Dalam instalasi sistem pendingin udara (AC), sambungan pipa tembaga harus kedap dan kuat agar freon tidak bocor. Salah satu teknik penting untuk mencapai hasil tersebut adalah flaring pipa tembaga. Proses ini tampak sederhana, tetapi jika dilakukan tanpa teknik yang benar, dapat menyebabkan kebocoran dan menurunkan performa AC.
1. Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum memulai, siapkan perlengkapan berikut:
Pipa tembaga (ukuran sesuai kebutuhan AC)
Pemotong pipa (tube cutter)
Reamer atau deburring tool (untuk membersihkan sisa potongan)
Flaring tool set
Minyak pelumas atau refrigerant oil
Kunci torsi (torque wrench)
Pastikan semua alat bersih dari debu atau serpihan logam agar tidak mengkontaminasi pipa.
2. Pemotongan Pipa
Gunakan tube cutter untuk memotong pipa tembaga dengan posisi tegak lurus. Hindari menggunakan gergaji karena bisa meninggalkan serpihan yang menyumbat aliran freon. Setelah dipotong, bersihkan bagian dalam pipa dengan reamer agar tidak ada sisa logam tajam.
3. Memasang Mur Flaring
Sebelum pipa diflaring, masukkan mur flaring ke pipa terlebih dahulu. Banyak teknisi lupa langkah ini, padahal setelah flaring selesai mur tidak bisa lagi dimasukkan.
4. Proses Flaring
Masukkan ujung pipa ke alat flaring block, lalu jepit sesuai ukuran. Pastikan ujung pipa menonjol sekitar 1,5 mm di atas permukaan blok. Setelah itu, letakkan flaring cone dan putar tuas perlahan hingga pipa membentuk kerucut halus.
Jangan terlalu menekan karena bisa merusak bentuk kerucut dan menyebabkan kebocoran.
5. Pemeriksaan Hasil Flaring
Setelah selesai, periksa bentuk ujung pipa:
Harus halus dan simetris
Tidak ada retak atau cacat
Permukaannya mengilap dan tidak bergelombang
Jika bentuk flaring miring atau retak, potong ulang dan lakukan dari awal.
6. Pemasangan dan Pengencangan
Pasang ujung pipa ke konektor unit AC, lalu kencangkan dengan kunci torsi sesuai spesifikasi pabrikan (biasanya antara 16–42 N·m tergantung ukuran pipa).
Gunakan sedikit refrigerant oil pada permukaan flaring agar hasil sambungan lebih rapat dan tidak mudah bocor.
7. Uji Kebocoran
Langkah terakhir adalah uji kebocoran menggunakan nitrogen atau sabun cair. Jika tidak ada gelembung, berarti sambungan flaring sudah sempurna dan siap digunakan.
Kesimpulan
Teknik flaring pipa tembaga yang benar bukan hanya soal alat, tetapi juga ketelitian dan kebersihan kerja. Dengan prosedur profesional, instalasi AC menjadi lebih aman, efisien, dan bebas bocor.

